Memasang heat sink dan kipas
Kebanyakan mikroprosesor menghasilkan banyak panas yang
dapat menyebabkan permasalahan pada sistem. Satu cara untuk membuang panas dari
prosesor adalah menggunakan heat sink dan kipas pendingin. Pemasangan yang
tepat sangat penting untuk performa unit. Walaupun heat sink dapat dipasang
sebelum memasang chip prosesor pada motherboard, tetap ada kemungkinan rusaknya
pin chip. Kipas yang dipasang sebelum pemasangan CPU hanya bisa dilakukan pada
prosesor Pentium II.
Langkah-langkah memasang heat sink dan kipas pada socket
7 dan prosesor serta tipe socket yang lain :
Langkah 1
Bila kipas CPU
belum terpasang dengan heat sink, maka gunakan sekrup yang disertakan dengan
kipas untuk memasangnya pada heat sink.
Langkah 2
Beberapa setup
menggunakan senyawa heat sink atau pasta termal. Pasang
senyawa heat sink pada permukaan chip. Berikan satu lapisan tipis, cukup untuk
menutup permukaan chip. Senyawa heat sink atau lemak termal meningkatkan kontak
antara permukaan CPU dengan heat sink, yang kemudian akan meningkatkan
pembuangan panas.
Langkah 3
Pasang
heat sink hati-hati. Letakkan heat sink tepat di atas prosesor dan tekan
perlahan-lahan. Heat sink yang kini ada di pasar menggunakan satu set klip pada
kedua sisinya sebagai penahan. Mungkin butuh sedikit paksaan untuk memasang
klip pada tempatnya. Bila posisinya tidak tepat, klip tersebut akan sulit
dimasukkan pada posisi yang benar. Kadangkala butuh beberapa kali untuk
memperoleh posisi yang tepat. Pada kasus yang lain, senyawa heat sink adalah
satu-satunya perekat antara heat sink dengan prosesor.
Langkah 4
Periksa
apakah heat sink tetap memiliki kontak yang baik dengan permukaan chip
prosesor. Biasanya ketika heat sink dipasang terbalik, permukaan chip dan heat
sink menjadi renggang. Bila hal ini terjadi, lepaskan heat sink, putar, dan
coba untuk memasangnya kembali.
Langkah 5
Hapus
kelebihan senyawa heat sink atau pasta termal yang mungkin meluber ke samping
permukaan kontak.
Langkah 6
Dengan
hati-hati pasang kabel listrik kipas pada pin listrik kipas yang terdapat pada
motherboard.
Prosesor yang sudah dalam satu kemasan
biasanya akan disertai dengan kipas dan heat sink yang sudah dipasang. Harganya
mungkin lebih mahal namun lebih nyaman dan aman untuk dipasang. Prosesor yang
sudah terkemas biasanya merupakan prosesor yang merupakan perlengkapan asli
dari pabrik (original equipment manufacture / OEM) dan memiliki jaminan cakupan
yang lebih baik daripada prosesor tanpa kipas dan heat sink.
Memasang heat sink dan kipas
Langkah-langkah Instalasi RAM
Langkah 1
Pertama, putuskan slot mana yang akan digunakan dan
memasang chip SIMM atau DIMM di atasnya. Baik SIMM maupun DIMM memilki kunci,
sehingga hanya memiliki satu arah (pemasangan).
Langkah 2
Masukkan modul DIMM langsung ke dalam slot. Modul SIMM
dimasukkan pada kemiringan dengan sudut 45 derajat.
Langkah 3
Modul memori harus dikunci pada tempatnya. Untuk SIMM,
putar dari posisi miring menuju posisi vertikal. Biasanya akan terjadi sedikit
hambatan, tetapi hal ini adalah normal. Jangan memaksa. Bila terjadi kesulitan,
chip mungkin terbalik. Putar dan coba kembali. Ketika SIMM telah vertikal,
logam kecil atau penjepit plastik harus mengunci (snap) pada tempatnya, menahan
posisi vertikal SIMM pada slot memori.
Pada DIMM, cukup tutup tuas pada kedua sisi. Bila tuas
tersebut tidak tertutup, umumnya karena DIMM tidak masuk sesuai dengan arah
slot atau terbalik. Pada kebanyakan case, bila DIMM telah dimasukkan dengan
benar, tuas akan mengunci pada posisinya tanpa perlu perlakuan lainnya.
Langkah 4
Ulangi langkah 1 hingga 3 untuk modul memori yang
lainnya. Setelah selesai, pastikan bahwa setiap modul telah diposisikan dengan
baik pada slot pada kedua sisinya.
Langkah-langkah Instalasi RAM
Memasang RAM
Ada dua macam modul memory yang digunakan
pada sebagian besar PC. Yaitu kartu memori dua sisi dengan 168 pin (dual inline
memory module / DIMM) dan kartu memori satu sisi dengan 72 pin (Single Inline
Memory Module / SIMM).
Baik DIMMS maupun SIMMS menggunakan sisi
konektor umum yang ada dan sesuai degan slot motherboard yang disebut socket
RAM. Socket RAM yang digunakan untuk kartu DIMM disebut socket DIMM, sementara
yang digunakan untuk kartu SIMM disebut socket SIMM. Bila tiap kartu dimasukkan
ke dalam slot, kedua tepi konektor terhubung dengan jejak keemasan pada
motherboard. Setiap baris emas menunjukkan satu jalur data. Seperti baris emas
yang menuju CPU akan menjalankan bus prosesor, semua baris emas ini juga
menjalankan bus memori. Jalur besar data bus memori digunakan untuk memindahkan
data antara RAM dan CPU.
Mengkonfigurasi Memori
Buku panduan motherboard umumnya memperlihatkan kombinasi
yang mungkin antara tipe DIMM yang bisa dipasang pada sistem. Motherboard baru tidak
menggunakan SIMM. Mungkin dapat ditemukan, sebagai contoh, bahwa socket DIMM
pada peta motherboard dikelompokkan menjadi tiga atau empat bank untuk tiap
satu slot.
DIMM1 dan DIMM2 adalah Bank 0
dan Bank 1. Pada beberapa casing, motherboard memiliki lebih dari dua slot
untuk RAM. Slot ini bisa merupakan DIMM3 dan DIMM4 dan memori Bank-nya adalah
Bank 2 dan Bank 3. Setiap bank memiliki tipe Synchronous Dynamic Random Access
Memory (SDRAM – memori akses acak dinamis yang selaras) manapun, yang umum
digunakan sebagai RAM.
Disarankan untuk menggunakan bank memori dengan kombinasi
yang sesuai dengan yang ditunjukkan oleh buku panduan board. Sebagai contoh,
buku panduan mungkin menyatakan bahwa ukuran memori maksimal adalah 512 MB dan
ukuran untuk masing-masing DIMM dapat berupa 8 MB, 16 MB, 32 MB, 64 MB atau 128
MB. Setiap kombinasi dari ukuran-ukuran yang digunakan tergantung pada memori
yang diperlukan. Bila ukuran DIMM pada motherboard beragam, perlu diperhatikan
untuk meletakkan DIMM dengan ukuran memori terbesar pada bank pertama. Sistem
akan secara otomatis membaca ukuran DIMM pertama dan merekamnya sebagai yang
terbesar. Bila DIMM yang lebih kecil diletakkan pada bank pertama, sistem akan
membacanya sebagai yang paling besar dan mungkin akan gagal dalam mengenali
atau menggunakan kapasitas memori tambahan DIMM yang diletakkan pada bank yang
berikutnya.
Meletakkan modul SIMM sedikit berbeda. Setiap bank memori
SIMM memiliki dua socket. Pengguna harus mengisi bank pertama sebelum bank yang
selanjutnya. Sebagai tambahan, setiap bank harus berisi dengan modul RAM yang
memiliki waktu akses dan ukuran yang sama.
Memasang RAM
Mengatur Voltase CPU
Sangat penting untuk memastikan bahwa voltase yang
digunakan tepat dengan kemampuan prosesor. Sebagian besar CPU sangat spesifik
mengenai kemampuan penerimaan jumlah voltase tertentu. Pentium II dan sebagian
besar CPU yang umum ada saat ini secara otomatis menyesuaikan dengan voltase,
sehingga tidak perlu melakukan pengaturan voltase. Karena ini adalah
perkembangan yang cukup besar, masih perlu dilakukan pengaturan untuk CPU yang
lebih lama. Bila voltase yang dibutuhkan tidak diatur, maka sistem akan
mengalami kerusakan. Dengan sedikit bantuan dari orang yang berpengalaman,
voltase dapat diatur untuk jenis motherboard apapun. Pastikan untuk tetap
ter-ground, periksa spesifikasi CPU, dan ikuti panduan pada motherboard.
Informasi yang diperlukan untuk pengaturan voltase ada
pada bagian “Jumper Setting and Connectors (Seting Jumper dan Konektor)” yang
sudah terdapat panduan pemasangan pada buku panduan. Voltase CPU bervariasi
antara 1.8V dan 3.5V. Permintaan akan
voltase ganda kadang tertera pada beberapa CPU. Berarti bahwa dua
voltase yang berbeda, voltase inti dan voltase I/O, dibutuhkan agar CPU
tersebut dapat berfungsi dengan baik. Keluarga CPU AMD-K6, contohnya,
membutuhkan tenaga listrik dengan voltase ganda untuk beroperasi.
Mengatur Voltase CPU
Memasang CPU
Pemasangan mikroprosesor bukan merupakan proses yang
rumit namun mikroprosesor harus ditangani dengan perhatian lebih.
Ada dua interface utama tipe-tipe CPU yang ada. Yaitu
yang menggunakan tipe socket dan tipe slot.
Socket 7 telah menjadi interface standar, walaupun sistem
yang sekarang digunakan kebanyakan socket yang berbeda. Interface ini telah
digunakan oleh sedikitnya satu generasi chip prosesor Intel Pentium, Pentium I,
begitu pula dengan AMD dan Cyrix, seperti pada Intel P24T, P24D, 80486DX4,
80486DX2/DX/SX-SL, 80486DX2/DX/SX, AMD AM486DX4/DX2/DX,
Cyrix CX486DX2/DX/S, dan 5X86, terpasang pada motherboard
melalui socket model tertentu, yang umumnya disebut sebagai socket 3. Teknologi
ini cukup lama sehingga tampaknya tidak mungkin ditemukan lagi.
Interface tipe slot menggunakan sebuah slot yang mirip
dengan kartu tambahan (ekspansi). Slot 1 adalah interface Sambungan Satu Sisi
(Single Edge Contact/SEC) yang hanya digunakan oleh keluarga prosesor Intel
Pentium II. SEC adalah cartridge yang berisi CPU dan chip penyimpan L2.
Pemasangan CPU berbeda-beda tergantung pada prosesor yang digunakan selain tipe
interface.
Pada bab ini akan diberikan instruksi bagaimana cara
memasang chip socket 7. Tipe interface socket yang lebih baru dikembangkan dari
socket 7, namun berbeda pada jumlah pin yang dimiliki. Teknologi yang lebih
baru, seperti halnya socket A dan socket 370 dipasang menggunakan langka-langah
dasar yang sama seperti socket 7.
Langkah-langkah Memasang CPU
Hampir semua sistem socket 7 memakai socket dengan tenaga
pendorong-nol, umumnya dikenal sebagai “ZIF”. Untuk memasang sebuah socket 7
atau chip yang serupa, ikuti prosedur umum berikut.
Langkah 1
Pertama-tama,
matikan chip dan perhatikan pin-pinnya untuk memastikan bahwa tidak ada yang
rusak. Kesemua pin harus tetap mengarah keluar.
Langkah 2
Letakkan chip
dengan menaruh pin 1 pada chip dan
socket. Perhatikan bahwa pin 1 pada chip tersebut selalu ditandai. Tanda
tersebut mungkin sedikit berbeda untuk chip yang berbeda. Pada socketnya
sendiri, pin 1 umumnya dikenali dari tarikan pada salah satu sisi, angka “1”
yang besar atau kadang panah pada motherboard yang menunjukkan pada sudut
socket tertentu. Sebagaimana biasanya, pastikan dengan panduan motherboard sebagai
panduan tambahan. Luruskan pin 1 pada chip dengan pin 1 pada socket untuk
pemasangan yang tepat. Luruskan pin 1 pada chip dengan pin 1 pada socket untuk
pemasangan yang tepat.
Langkah 3
Setelah memasang
chip, buka socket ZIF. Pindahkan tuasnya agak menjauh dari socket dari posisi
awalnya dan didirikan dalam posisi terbuka. Sedikit hambatan saat angkat tuas
tersebut adalah hal biasa. Ketika sudah terangkat penuh, bagian atas socket ZIF
akan bergeser.
Langkah 4
Dengan socket
yang terbuka, kini adalah saatnya untuk memasukkan prosesor. Luruskan pin 1
dengan arah yang telah dijelaskan pada langkah 2. Masukkan chip prosesor ke
dalam socket sehingga keseluruhan pin masuk ke dalam lubang yang sesuai. Dengan
socket ZIF apapun, pin CPU dapat dengan mudah masuk ke dalam lubang yang tepat
pada socket. Umumnya, chip hanya bergerak dalam satu arah. Hindari memaksa
memasukkan prosesor ke dalam socket karena akan merusak pin.
Langkah 5
Periksa untuk
memastikan tidak ada celah antara bagian bawah chip CPU dengan socket. Bila
terdapat celah maka chip prosesor perlu dipasang ulang.
Langkah 6
Terakhir,
untuk mengamankan chip yang terpasang, dorong tuas dengan hati-hati ke bawah
hingga posisi menutup. Mungkin akan ada sedikit kesulitan, namun tuas dan
socket ZIF masih cukup mudah tertutup.
Memasang CPU
Ketika merakit komputer, perlu membuat daftar untuk semua
komponen dan bagian-bagian yang dibeli. Tidak semua kartu tambahan atau bagian
komputer diberi label secara jelas dengan informasi pabrik. Dengan perincian
ini maka driver piranti atau informasi lain yang dibutuhkan dapat ditemukan
atau didownload. Daftar tersebut termasuk informasi garansi khusus atas tiap
bagian yang dibeli. Pastikan untuk menyimpan perincian mengenai persyaratan
(requirement) pemasangan (instalasi) dan perawatan (maintenace), sehingga
garansi tetap berlaku. Gunakan kotak kecil yang aman untuk menyimpan semua
panduan dan disket ataupun CD yang digunakan selama merakit komputer. Beri
label pada kotak dengan nama yang sesuai dengan identifikasi komputer yang
dimaksudkan, dan letakkan pada tempat yang aman. Bila nantinya memerlukan
informasi apapun, semua dokumen akan mudah ditemukan.
Contoh sebuah formulir inventaris seperti pada gambar
dibawah ini :
Pada laboratorium atau tempat kerja, dimana banyak orang
menggunakan alat yang sama, tidak mungkin untuk menyimpan kemasan asli dan
menyusun kembali bagian-bagian setelah membongkar komputer. Dokumentasi untuk
setiap komponen harus segera dibuat. Sebagai tambahan, menggunakan sebuah
ceklist inventaris sangat membantu dalam
mengidentifikasi peralatan dan bahan yang digunakan. Contoh ceklist seperti yang
terdapat pada Gambar dibawah ini.
Dengan
demikian dapat dipastikan tersedianya
semua komponen yang diperlukan untuk perakitan komputer.
Prosedur Inventarisasi
Pedoman
Keselamatan Lingkungan
Komputer dan peralatan
komputer lainnya pada akhirnya akan tidak dapat digunakan. Ini bisa jadi
disebabkan oleh salah satu alasan di bawah ini:
• Komponen-komponen mulai
lebih sering gagal karena mesinnya sudah tua dan tidak ekonomis.
• Komputer menjadi usang
karena aplikasi yang diharapkan tidak sesuai dengan harapan semula.
• Mesin yang lebih baru
dengan fitur yang telah dikembangkan menggantikan model yang sebelumnya.
Komputer dan barang-barang
disekitarnya mengandung beberapa material yang tidak ramah lingkungan. Kebanyakan komponen komputer berbahaya atau paling tidak pada
level tertentu mengandung substansi berbahaya. Material buangan
didaftarkan sebagai bahaya karena dikenal berbahaya bagi kesehatan manusia dan
lingkungan ketika tidak diatur secara tepat. Juga dikenal
sebagai limbah beracun, material berbahaya secara tipikal mengandung konsentrat
logam berat yang tinggi seperti cadmium, timah, atau merkuri. Papan sirkuit komputer terdiri dari plastik, logam tertentu,
fiberglass, arsenik, silikon, gallium, dan timah. Monitor Cathoda Ray Tube
(CRT) mengandung kaca, logam, plastik, timah, barium, dan logam bumi yang
jarang. Baterai dari sistem portable bisa mengandung timah, cadmium, litium,
manga alkaline, dan merkuri.
Banyak substansi pembersih
yang digunakan pada perlengkapan komputer juga dapat diklasifikasikan sebagai
material yang berbahaya.
Pedoman lingkungan untuk ruangan server
Di ruangan server, temperatur sangat penting. Server seharusnya tidak pernah berlokasi
dekat pengerjaan pipa atau di sebelah pendingin ruangan. Item-item seperti motor dan mikrowave
dapat menyebabkan gangguan dengan tarikan listrik. Gangguan elektromagnetik
(EMI) seharusnya juga dihindari. Hanya
sirkuit yang terisolasi yang seharusnya digunakan.
Wilayah di sekitar server seharusnya dijaga tetap bebas
dari puing-puing dan dan kekacauan. Idealnya, server seharusnya dikunci di sebuah lemari dinding dengan akses
yang terbatas dan tidak tidak kemungkinan adanya yang ditabrak,
berdesak-desakan, diakses secara langsung, atau diganggu oleh orang yang bukan
administrator.
Temperatur
Dua hal mengontrol temperatur
lingkungan komputer. Selama cuaca dingin, sistem pemanas mempertahankan
temperatur pada level yang nyaman. Ini dapat digunakan untuk kantor terbuka dan
lingkungan ruangan server. Selama cuaca panas, pendingin ruangan memastikan
server tetap berada di bawah temperatur operasi maksimum. Kebanyakan pusat data
perusahaan menggunakan pendingin ruangan selama setahun, untuk
menghindari panas
yang dihasilkan perlengkapan tersebut.
Ketika sebuah server baru diterapkan,
penting untuk mengecek jumlah British Thermal Units (BTUs) yang dikeluarkan
server. Kadangkala
sulit untuk menentukan, karena BTU seringkali berhenti dari spesifikasi server. Teknisi juga harus yakin bahwa
unit pendingin ruangan dapat mendinginkan jumlah agregat BTU. Apabila server adalah rak
berpuncak, teknisi juga seharusnya mengecek untuk memastikan rak itu juga
memiliki ventilasi yang baik. Jika
memungkinkan, rak tersebut seharusnya mengandung beberapa macam pengaturan
udara seperti kipas untuk memastikan server tetap dingin di rak yang tertutup.
Tipikal server akan beroperasi di
jarak berikut ini:
• Temperatur operasi dari 10 hingga 35 derajat
C (50 hingga 95 derajat F)
• Temperatur penyimpanan dari 4.5 hingga 40.6
derajat C (40 hingga 95 derajat F)
• Penghilangan panas maksimum adalah 10.000
BTU/jam
Kelembaban
Kelembaban adalah kualitas lingkungan
lain yang harus diperhatikan agar
sebuah server berfungsi dengan baik. Embun dihasilkan terlampau banyak dari kelembaban di udara yang dapat merusak
komponen elektronik server. Apabila
lingkungan terlampau kering, pembebasan elektrostatis (ESD) mungkin terjadi.
Kebanjiran
Kebanjiran adalah sebuah masalah yang
kritis untuk komputer dan server.
Apabila perlengkapan tidak diselamatkan sebelum banjir, akan rusak atau
seluruhnya tidak dapat digunakan kembali.
Pedoman keselamatan tempat kerja
Posted by : RAFtechno
0 Comments








